Judul : Produktivitas dan
Efisiensi dengan Supply Chain Management
Pengarang : Andi Ilham Said, dkk
Penerbit : PPM
Tahun Terbit : 2006
Ketebalan Buku : 189 halaman
TANTANGAN PENERAPAN SCM DI PERUSAHAAN
Supply
Chain Management (SCM) adalah pengelolaan informasi, barang dan jasa mulai
dari pemasok paling awal sampai ke konsumen paling akhir dengan menggunakan
pendekatan sistem yang terintegrasi dengan tujuan yang sama. Alasan mengapa
diperlukannya SCM untuk diterapkan di perusahaan adalah sebagai berikut:
a.
Situasi
geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.
b.
Perubahan
paradigm persaingan.
c.
Semakin
canggihnya dukungan teknologi informasi.
Prinsip
dasar SCM ada 5, yaitu:
1.
Prinsip
Integrasi.
Alemen dalam rtinya semua elemen yang terlibat dalam rangkaian SCM berada dalam
satu kesatuan yang kompak dan menyadari adanya saling ketergantungan.
2.
Prinsip Jejaring. Artinya semua
elemen berada dalam hubungan kerja yang selaras.
3.
Prinsip dari
Ujung ke Ujung.
Arttinya proses operasinya mencakup elemen pemasok yang paling hulu sampai ke
konsumen yang paling hilir.
4.
Prinsip Saling
Tergantung.
Setiap elemen dalam SCM menyadari bahwa untuk mencapai manfaat bersaing
diperlukan kerja sama yang saling menguntungkan.
5.
Prinsip Komunikasi. Artinya
keakuratan data menjadi darah dalam jaringan untuk menjadin ketepatan informasi
dan material.
Dalam
situasi internal dan eksternal yang sangat dinamis,maka SCM perlu direkayasa
ulang secara keseluruhan. Dalam merekayasa ulang SCM di perusahaan, Cohen dan
Roussel mengusulkan 5 hal penting yaitu:
1.
Tetapkan SCM sebagai aspek strategis
bagi perusahaan.
2.
Rancang proses SCM dari ujung ke ujung
3.
Rancang struktur organisasi SCM
4.
Kembangkan model kolaborasi yang tepat.
5.
Gunakan alat ukur kinerja ynag tepat.
Di
masa depan SCM akan semakin menjadi aset strategic yang menentukan daya saing
perusahaan. Untuk itu SCM akan bercirikan tiga A, yaitu agility, adaptability, dan alignment. Pengertian Agility adalah SCM bukan saja hemat
tetapi juga lincah dalam merespons setiap perubahan terutama yang jangka
pendek. Adaptability, artinya
perusahaan harus tahu apa yang terjadi di pasar, apakah akan muncul bahan baku
baru, moda transportasi baru, distributor baru, metode kerja ataupun pasar
baru. Alignment adalah kelanjutan
dari integrasi. Alignment bisa sampai
pada tahap penyelarasan antara pabrik, supplier, dan distributor.
No comments:
Post a Comment