Thursday, October 20, 2016

RANGKUMAN BUKU SUPLLY CHAIN MANAGEMENT (PART 1)

Judul                           : Produktivitas dan Efisiensi dengan Supply Chain Management
Pengarang                   : Andi Ilham Said, dkk
Penerbit                       : PPM
Tahun Terbit                : 2006
Ketebalan Buku          : 189 halaman

TANTANGAN PENERAPAN SCM DI PERUSAHAAN
Supply Chain Management (SCM) adalah  pengelolaan informasi, barang dan jasa mulai dari pemasok paling awal sampai ke konsumen paling akhir dengan menggunakan pendekatan sistem yang terintegrasi dengan tujuan yang sama. Alasan mengapa diperlukannya SCM untuk diterapkan di perusahaan adalah sebagai berikut:
a.       Situasi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.
b.      Perubahan paradigm persaingan.
c.       Semakin canggihnya dukungan teknologi informasi.
Prinsip dasar SCM ada 5, yaitu:
1.      Prinsip Integrasi. Alemen dalam rtinya semua elemen yang terlibat dalam rangkaian SCM berada dalam satu kesatuan yang kompak dan menyadari adanya saling ketergantungan.
2.      Prinsip Jejaring. Artinya semua elemen berada dalam hubungan kerja yang selaras.
3.      Prinsip dari Ujung ke Ujung. Arttinya proses operasinya mencakup elemen pemasok yang paling hulu sampai ke konsumen yang paling hilir.
4.      Prinsip Saling Tergantung. Setiap elemen dalam SCM menyadari bahwa untuk mencapai manfaat bersaing diperlukan kerja sama yang saling menguntungkan.
5.      Prinsip Komunikasi. Artinya keakuratan data menjadi darah dalam jaringan untuk menjadin ketepatan informasi dan material.
Dalam situasi internal dan eksternal yang sangat dinamis,maka SCM perlu direkayasa ulang secara keseluruhan. Dalam merekayasa ulang SCM di perusahaan, Cohen dan Roussel mengusulkan 5 hal penting yaitu:
1.      Tetapkan SCM sebagai aspek strategis bagi perusahaan.
2.      Rancang proses SCM dari ujung ke ujung
3.      Rancang struktur organisasi SCM
4.      Kembangkan model kolaborasi yang tepat.
5.      Gunakan alat ukur kinerja ynag tepat.
Di masa depan SCM akan semakin menjadi aset strategic yang menentukan daya saing perusahaan. Untuk itu SCM akan bercirikan tiga A, yaitu agility, adaptability, dan alignment. Pengertian Agility adalah SCM bukan saja hemat tetapi juga lincah dalam merespons setiap perubahan terutama yang jangka pendek. Adaptability, artinya perusahaan harus tahu apa yang terjadi di pasar, apakah akan muncul bahan baku baru, moda transportasi baru, distributor baru, metode kerja ataupun pasar baru. Alignment adalah kelanjutan dari integrasi. Alignment bisa sampai pada tahap penyelarasan antara pabrik, supplier, dan distributor.

No comments:

Post a Comment