Thursday, October 20, 2016

RANGKUMAN BUKU SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (PART 4)



Kemampuan analytic pada dasarnya adalah kemampuan untuk mengubah data dari transactional IT menjadi analytical IT. Salah satu cara untuk membantu proses Analytic menjadi lebih mudah dari sederhana adalah dengan menggunakan model. Modeling supply chain menjadi alat penting karena:
a.       Banyaknya elemen yang menyusun dan mempengaruhi kinerja dari supply chain.
b.      Kita tidak bisa memperkirakan apa yang akan terjadi di masa mendatang dengan tepat karena banyaknya variabel yang terlibat.
c.       Ketidakmampuan mengatur atau mengantisipasi keterkaitan antara elemen yang komplek dan variabilitas yang tinggi berakibat menumpuknya inventory, idle capacity dan membengkaknya biaya produksi dan transportasi.
Model akan dibuat sebagai representasi dari suatu organisasi. Karena sesuai dengan tujuannya untuk melakukan analisis dan membantu proses pengambilan keputusan maka model dibuat dengan hirarki Strategic, Tactical, dan Operational. Pada level strategis dibicarakan masalah long term decision, deskripsi aggregate,dan tujuan yang dicapai dari pembuatan model ini adalah meminimalkan total cost dan memaksimalkan total revenue. Pada Tactical Level ini dibuat modeling yang lebih detail seperti menentukan inventory level, mengetahui deskripsi aggregate dari satu keluarga produk, dan tujuannya adalah untuk meminimalkan biaya inventory untuk suatuperiode tertentu. Sedangkan yang dilakukan dalam Operational Level adalah hal yang sangat mendetail seperti berbicara short term decision dan item level marketing.
Secara umum modeling dapat dilakukan dengan tiga cara. Pertama, Mathematical Programming, yaitu dengan cara membuat persamaan matematis dari sistem yang akan dimodelkan. Kedua, Simulasi Komputer, yaitu dengan menggambarkan behavior interaksi anatar sistem yang terlibat. Dan ketiga yaitu Search Algorithm, yaitu mencoba secara sistematis kemungkinan solusi yang optimal, misalnya dengan menggunakan software iLog.
MERANCANG END-TO-END SUPPLY CHAIN MANAGEMENT
Terdapat empat pendekatan dalam melakukan desain supply chain management, yaitu dengan membuat proses bisnis sendiri, bantuan konsultan, buku, dan perangkat lunak (software). Gartner Group yang merupakan sebuah lembaga riset di Amerika Serikat mendefinisikan lima kapabilitas yang penting yang harus terdapat dalam suatu organisasi supply chain, yaitu manajemen proses bisnis (business process management), jarak penglihatan (visibility), pemantauan aktivitas bisnis (business activity monitoring), analisis (analytic), dan optimasi (optimization).
MERANCANG ORGANISASI SCM
Prinsip-prinsip perancangan organisasi Supply chain adalah sebagai berikut:
1.      Bentuk mengikuti fungsi. Langkah-langkah yang dapat dipakai dalam merancang organisasi dengan menggunakan prinsip ini adalah:
·         Lupakan struktur organisasi yang ada saat ini, saatnya berkonsentrasi kepada proses suplly chain utama.
·         Kelompokkan kegiatan-kegiatan utama. Selanjutnya, analisis apa masukan (input) dan keluaran (output) dari kegiatan-kegiatan tersebut.
·         Tetapkan orang yang bertanggung jawab untuk melaksanakan proses plan, source, make, deliver, dan return.
·         Tarik garis di sekitar kelompok-kelompok yang bertanggung jawab atas perencanaan dan pelaksanaan, hilangkan batas-batas yang ada diantara fungsi-fungsi itu, dekatkan ketrampilan-ketrampilan yang saling melengkapi.
·         Selanjutnya, ciptakan struktur organisasi baru.
2.      Peran dan tanggung jawab yang jelas lebih penting daripada struktur.
3.      Informasi yang mengalir dengan mulus kepada pengambil keputusan adalah kritikal.
4.      Alat ukur kinerja SCM harus mendukung proses “end-to-endsupply chain.
5.      Memahami bahwa apapun bentuk organisasi, kunci sukses perancangan adalah memahami kebutuhan akan ”global-local optima” dan melakukan apa yang diperlukan untuk mencapai hal tersebut.
6.      Sejalan dengan poin 5, 5pahami, kembangkan dan jaga kemampuan inti perusahaan.
7.      Lakukan pengaturan disekitar ketrampilan yang Anda butuhkan, bukan ketrampilan yang Anda miliki.

No comments:

Post a Comment