MENUJU
SUKSES IMPLEMENTASI SCM
Empat kriteria sukses SCM disajikan pada tabel berikut
ini:
|
1.
|
Sesuai Dengan
Strategi Bisnis
Biaya,
inovasi, pelayanan, kualitas
|
|
2.
|
Sesuai Dengan
Kebutuhan Konsumen
Dengarkan
suara konsumen
Kebutuhan
antar segmen pasar berbeda
Amati
perubahan kebutuhan konsumen secara periodik
|
|
3.
|
Sesuai Dengan
Power Position
Lihat
skala operasi dan kekuatan merek
Lakukan
dialog dan titik optimal terbaik bagi konsumen
Fokus
pada konsumen akhir dan cari peluang kerja sama
|
|
4.
|
Adaptif
Teknologi,
lingkup usaha, basis kompetensi, akuisisi dan merger
|
Untuk
mencapai empat kriteria sukses di atas, Cohen dan Roussel (2005) mengusulkan 5
hal, yang selanjutnya disebut dengan Five
road to success in SCM yang terdiri dari:
1.
View
SCM as a Strategic Asset. Dalam hal ini SCm diposisikan
sebagai alat bersaing strategic bagi perusahaan sehingga perlu diperhatikan
oleh seluruh organisasi dan seirama dengan strategi bisnis organisasi. Untuk
menjadikan SCM asset strategic, perusahaan perlu mempersiapkan lima strategi
(Cohen and Roussel, 2005), yaitu Operation
Strategy, Channel Strategy, Outsourching Strategy, Customer Service Strategy, dan
Asset Network.
Tabel
berikut menggambarkan kapan sebaiknya masing-masing strategi operasi itu
dipilih dan bagaimana strategi SCM-nya yang sesuai.
|
Strategi Operasi
|
Dipilih untuk
|
Strategi SCM
|
|
Pelayanan
|
Produk standar yang dijual dalam
volume besar
|
SCM seefisien mungkin, standarisasi
metode dan alat frekuensi dan lot size optimal, EOQ, ROP
|
|
Make to Order
|
Produk sesuai pesanan konsumen, pesan
ulang masih mungkin tapi frekuensi kecil
|
SCM responsive,target ketepatan waktu
sangat penting. Variasi metode dan alat perlu dipersiapkan
|
|
Configure to Order
|
Produk standar yang produk akhirnya
disesuaikan dengan keinginan konsumen
|
Dari pabrik ke outlet adalah SCM
efisien, dari outlet ke konsumen SCM responsif
|
|
Engineer to Order
|
Produk kompleks dan unik untuk
keperluan konsumen tertentu
|
SCM responsive. Metode alat perlu
negosiasi dan kontrak khusus
|
Sedangkan
dalam Channel Strategy, focus
pemikirannya adalah bagaimana produk sampai ke tangan konsumen, yang berarti
harus dilakukan pemenuhan pola distribusi (langsung atau melalui distributor),
moda transportasi (darat, laut, udara), dan metode pengiriman (dalam jumlah dan
frekuensi pengiriman) yang tepat. Dalam Outsourching
Strategy, pertimbangan utamanya adalah make
or buy.
Karena
SCM adalah merupakan bagian dari pelayanan kepada konsumen, maka sangatlah
penting untuk terus memperhatikan seberapa besar tingkat pelayanan yang
seharusnya diberikan sesuai dengan segmentasi dan kontribusinya. Selain
itu,karena SCM adalah jaringan proses yang terintegrasi dari pemasok ke
konsumen, maka SCM tidak lainjuga merupakan jaringan asset yang harus
dikendalikan.
No comments:
Post a Comment