METODE
PENGUKURAN KINERJA SCM
Cakupan
KPI (Key Performance Indicator) dalam
supply chain,meliputi beberapa hal
seperti:
a.
Kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Kepuasan pelanggan bisa tercapai jika delivery performance-nya berjalan dengan baik serta adanya kemampuan
menanggapi respon dari konsumen.
b.
Finance.
Hal ini untuk mengetahui biaya pemenuhan pesanan, tingkat inventory dan serta outstanding
sales.
c.
Quality.
Hal ini berkaitan dengan masalah-masalah seperti faktur, instalasi, manufacturing orders.
d.
Cycle
Time.
Termasuk di dalamnya adalah kemampuan pemenuhan order, perjalanan putaran source yang ada, dan perencanaan kembali
alur-alur yang telah terjadi.
Salah
satu cara mengukur kinerja supply chain
adalah dengan menggunakan metode SCOR (Supply
Chain Operation Reference). SCOR merupakan suatu model yang mampu memetakan
(mapping) bagian-bagian supply chain. Dengan metode SCOR
perusahaan dapat mengukur Metrics-nya. Analisis perlu dilakukan untuk mencapai
kinerja supply chain yang maksimal.
Ada tiga model yang biasa dilakukan untuk menganalisis kinerja Supply Chain yaitu:
1.
Inspection
Analysis. Analisis ini dilakukan dengan memetakan supply chain yang ada dan memeriksa
apakah terjadi masalah redundancies,
gaps, dan performance.
2.
Baselining
Analysis. Langkah ini dilakukan dengan melakukan data
internal performance kepada inspeksi
analisis.
3.
Benchmarking
Analysis. Analisis ini dilakukan dengan, pertama, menemukan
populasi dari benchmarking
perusahaan. Kedua mengumpulkan data benchmarking
untuk penyusunan metric. Ketiga membandingkan internal metric dengan data benchmarking
untuk mengetahui hal-hal yang perlu diperbaiki.
PENERAPAN INFORMATION TECHNOLOGY
PADA SCM
LANGKAH
PENERAPAN
Ada
empat metode implementasi:
1.
Cut off. Software
yang
lama tetap berjalan, tapi pada titik tertentu dihapus (uninstall), atau disimpan. Muali hari itu pakai software yang baru.
2.
Overlap period. Software
yang
lama masih dipakai, tapi software yang
baru tetap dijalankan.
3.
Step by step. Software ERP
punya banyak modul, inventory, payment, dan sebagainya.
4.
Pilet project. Dengan
pilot project, kita melakukan uji coba dulu di satu atau beberapa kantor
terlebih dahulu.
Metode
imi implemetasi sangat berpengaruh di awal penerapan IT pada SCM. Suatu
perusahaan tergantung pada maturity model-nya
untuk juga melakukan perubahan. Adapun faktor-faktornya:
1.
Organization
Size.Perusahaan besar atau perusahaan kecil masing-masing
punya fleksibilitas untuk berubah.
2.
Degree
of Complexity.Compleksitas SDM-nya, software, ataupun resiko yang dihadapi.
No comments:
Post a Comment