Thursday, October 20, 2016

RANGKUMAN BUKU SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (PART 5)



METODE PENGUKURAN KINERJA SCM
Cakupan KPI (Key Performance Indicator) dalam supply chain,meliputi beberapa hal seperti:
a.       Kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Kepuasan pelanggan bisa tercapai jika delivery performance-nya berjalan dengan baik serta adanya kemampuan menanggapi respon dari konsumen.
b.      Finance. Hal ini untuk mengetahui biaya pemenuhan pesanan, tingkat inventory dan serta outstanding sales.
c.       Quality. Hal ini berkaitan dengan masalah-masalah seperti faktur, instalasi, manufacturing orders.
d.      Cycle Time. Termasuk di dalamnya adalah kemampuan pemenuhan order, perjalanan putaran source yang ada, dan perencanaan kembali alur-alur yang telah terjadi.
Salah satu cara mengukur kinerja supply chain adalah dengan menggunakan metode SCOR (Supply Chain Operation Reference). SCOR merupakan suatu model yang mampu memetakan (mapping) bagian-bagian supply chain. Dengan metode SCOR perusahaan dapat mengukur Metrics-nya. Analisis perlu dilakukan untuk mencapai kinerja supply chain yang maksimal. Ada tiga model yang biasa dilakukan untuk menganalisis kinerja Supply Chain yaitu:
1.      Inspection Analysis. Analisis ini dilakukan dengan memetakan supply chain yang ada dan memeriksa apakah terjadi masalah redundancies, gaps, dan performance.
2.      Baselining Analysis. Langkah ini dilakukan dengan melakukan data internal performance kepada inspeksi analisis.
3.      Benchmarking Analysis. Analisis ini dilakukan dengan, pertama, menemukan populasi dari benchmarking perusahaan. Kedua mengumpulkan data benchmarking untuk penyusunan metric. Ketiga membandingkan internal metric dengan data benchmarking untuk mengetahui hal-hal yang perlu diperbaiki.
PENERAPAN INFORMATION TECHNOLOGY PADA SCM
LANGKAH PENERAPAN
Ada empat metode implementasi:
1.      Cut off. Software yang lama tetap berjalan, tapi pada titik tertentu dihapus (uninstall), atau disimpan. Muali hari itu pakai software yang baru.
2.      Overlap period. Software yang lama masih dipakai, tapi software yang baru tetap dijalankan.
3.      Step by step. Software ERP punya banyak modul, inventory, payment, dan sebagainya.
4.      Pilet project. Dengan pilot project, kita melakukan uji coba dulu di satu atau beberapa kantor terlebih dahulu.
Metode imi implemetasi sangat berpengaruh di awal penerapan IT pada SCM. Suatu perusahaan tergantung pada maturity model-nya untuk juga melakukan perubahan. Adapun faktor-faktornya:
1.      Organization Size.Perusahaan besar atau perusahaan kecil masing-masing punya fleksibilitas untuk berubah.
2.      Degree of Complexity.Compleksitas SDM-nya, software, ataupun resiko yang dihadapi.

No comments:

Post a Comment